Sebagai seorang muslim kita percaya bahwa solusi terbaik bagi pendidikan anak-anak kita adalah pendidikan yang didasari oleh nilai-nilai ketauhidan.
Melalui pendidikan tauhid, anak-anak kita akan memiliki aqidah yang kokoh, beribadah secara benar, dan berakhlag mulia.
Sebagai orang tua, aset terbesar yang bisa melanjutkan cita-cita dan harapan adalah anak. Demi masa depan anak, orang tua akan melakukan apapun yang terbaik bagi anak.
Namun, kita harus hati-hati!, tidak semua anak menjadi qurrota a’yun penyejuk hati dan mampu melanjutkan cita-cita dan harapan orang tua, bahkan tidak sedikit justru sebaliknya.
Menghantarkan masa depan generasi Islam merupakan kesadaran iman dan tanggung jawab kita semua. Subhanallah, dengan paradigma pendidikan berbasis tauhid, Sekolah Integral SMP LUQMAN AL HAKIM (Fullday & Boarding School) PESANTREN HIDAYATULLAH SURABAYA didirikan untuk memberikan solusi terbaik untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang berkualitas dibidang Alquran dan Ilmu Pengetahuan (Sains).
Dengan konsep model pendidikan berasrama (boarding) dan fullday yang mengintegrasikan kurikulum nasional dan penanaman nilai-nilai spiritual keislaman, tentu ini merupakan desain yang tepat untuk menumbuhkembangkan potensi fitrah yang meliputi aspek spiritual, kecerdasan dan sosial secara komprehensif.
Pola pendidikan pesantren yang menjadikan masjid sebagai pusat aktivitas dan simbol karakter spiritual keislaman menjadikan seluruh aspek kehidupan anak terpatri pada kecintaan kepada Allah dan Rosululloh SAW.
untuk menjadi pribadi yang berkarakter dengan tumbuhnya minat belajar yang kuat dengan metode pembelajaran yang mengaplikasikan Integral Learning dan Problem Solving. Dengan cara itu, diharapkan seluruh aspek kecerdasan santri berkembang optimal dan meraih prestasi yang sangat mengembirakan baik prestasi akademik maupun pendidikan akhlaq bagi peserta didiknya.
Lahirnya Lembaga Pendidikan Integral di Pesantren Hidayatullah sebagai lembaga tarbiyah dan dakwah diantaranya dimaksudkan untuk memberikan solusi bagi terselesaikannya problematika keumatan. Krisis multidimensi yang terjadi pada umat ini juga disumbang oleh sistem pendidikan yang tidak lagi mengacu pada pendidikan Islam dan cenderung sekuler sehingga menghasilkan output yang materialistis, liberal dan hedonis.
Lahirnya Pesantren Hidayatullah Surabaya diawali oleh diskusi-diskusi yang dilakukan oleh beberapa mahasiswa muslim yang sedang menyelesaikan kuliah di berbagai Perguruan Tinggi di Surabaya di bawah binaan Ust Dr Abdul Manan,MM sebagai santri awal Pesantren Hidayatullah Balikpapan yang bertugas mengembangkan dakwah di Jawa.
Mereka, antara lain: Drs. Ec. KH. Abdul Rachman (UNAIR), Drs. H. Hamim Thohari (IKIP), H. Elvenus Yahya, ST (ITS), H. Ir. Sulaiman (ITS), Drs. Rahmad Rahman (UNAIR), Drs. Khusnul Khuluq (IKIP).
Pesantren Hidayatullah Surabaya merupakan cabang dari Pesantren Hidayatullah Balikpapan Kalimantan Timur, yang dirintis oleh Ust. KH Abdullah Said. Pesantren Hidayatullah Surabaya berbentuk yayasan. PPH Surabaya didaftarkan pada notaris A. Kohar dengan Nomor 136 dan secara resmi didirikan pada tanggal 28 Nopember 1986.
Dalam perjalanannya Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya adalah sebagai salah satu penopang utama bagi Hidayatullah secara nasional dalam aspek pendidikan.
Setiap tahun telah dilahirkan lulusan dari level pendidikan dasar, menengah, dan tinggi yang kelak diharapkan mampu menjadi kader Hidayatullah sebagaimana salah satu tujuan lembaga pendidikan integral yaitu untuk menghasilkan kader yang mampu menjadikan syariat Islam sebagai sebuah peradaban di masyarakat.
Selama hampir 40 tahun perjalanan Pesantren Hidayatullah Surabaya, telah beberapa kali terjadi pergantian kepemimpinan, yaitu: Ust Drs.Ec, KH. Abdul Rachman (1986-1998), Ust. Drs. H. Rahmad Rahman, MSi (1998-2000), Ust. Drs Ali Imron, M.Ag. (2002-2003), Ust. H. Ainur Rofiq (2003-2007), Ust. Miftahuddin, M.Si (2007-2011), Ust. Mohammad Nur Fuad,MA (2011 –2015), Ust. Aep Saepudin (2015-2019), Ust Samsudin, SE, MM (2019-2025), dan untuk saat ini amanah Ketua Badan Pengurus Pondok Pesantren Hidayatullah Surabaya adalah Ust Marni Mulyana, Lc, M.Th.I (2026-2030).

