Surabaya — Suara riuh memenuhi arena. Robot-robot kecil bergerak cepat, saling beradu strategi dan ketepatan. Di balik arena, mata para peserta tak lepas dari lintasan. Jari-jari bersiap pada kendali, sementara setiap detik menjadi penentu. Di tengah ketatnya persaingan itu, nama SMP Luqman Al Hakim Surabaya berkali-kali dipanggil menuju podium juara.
Prestasi membanggakan tersebut ditorehkan dalam ajang S2LC (Science and Social Linguistic Competition) 2026 yang digelar di SMAN 5 Surabaya, 5–6 Agustus 2026.
Tak sekadar menjadi peserta, tim robotika SMP Luqman Al Hakim tampil meyakinkan dengan memborong tiga gelar sekaligus: Juara 1 Sumo Open, Juara 2 Soccer, dan Juara 3 Sumo U18.


Kemenangan itu bukan lahir dalam satu pertandingan. Jauh sebelum robot memasuki arena, ada proses panjang yang dilalui para siswa—mulai dari memahami komponen, merakit, melakukan pemrograman, menguji pergerakan robot, hingga berkali-kali memperbaiki kesalahan.
Robot yang gagal bergerak sesuai rencana harus diperiksa kembali. Strategi yang belum efektif harus diubah. Setiap kegagalan kecil di meja latihan menjadi pelajaran sebelum menghadapi pertandingan sesungguhnya.
Baca Juga : Raih Juara III di Japan
Ketika kompetisi dimulai, seluruh proses itu menemukan panggungnya.
Pada kategori Sumo Open, tim SMP Luqman Al Hakim berhasil tampil sebagai yang terbaik dan merebut Juara 1. Prestasi kemudian dilengkapi dengan Juara 2 kategori Soccer serta Juara 3 kategori Sumo U18.
Tiga kategori. Tiga podium. Sebuah capaian yang menegaskan kualitas pembinaan robotika sekaligus semangat siswa untuk terus berkembang di bidang sains dan teknologi.
Namun, robotika bukan semata tentang bagaimana membuat mesin bergerak atau memenangkan pertandingan. Di dalamnya, siswa belajar sesuatu yang lebih besar: logika, kreativitas, ketelitian, kerja sama, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Setiap robot yang bergerak membawa hasil dari proses berpikir. Setiap pertandingan mengajarkan bahwa kemenangan membutuhkan persiapan. Dan setiap piala menjadi pengingat bahwa prestasi selalu memiliki cerita panjang di belakangnya.
S2LC 2026 akhirnya ditutup. Lampu arena perlahan padam dan pertandingan selesai. Namun, tiga piala yang dibawa pulang SMP Luqman Al Hakim Surabaya menyisakan satu pesan:
Hari ini mereka mengendalikan robot di arena. Esok, insyaallah, mereka siap mengendalikan teknologi untuk masa depan
Reff : Mitra Armiko

