Pagi itu, ruang kelas SMP Luqman Al Hakim Surabaya menghadirkan suasana yang berbeda. Deretan laptop terbuka di atas meja. Jemari para guru bergerak di atas papan ketik, sementara pandangan mereka tertuju pada layar dan materi yang disampaikan di depan kelas.

Tidak ada siswa yang duduk di bangku-bangku tersebut. Kali ini, para gurulah yang mengambil posisi sebagai pembelajar.

Seluruh guru putra dan putri SMP Luqman Al Hakim Surabaya mengikuti pelatihan digital bertajuk “Google Workspace”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah meningkatkan kompetensi pendidik dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung proses pembelajaran dan pengelolaan pekerjaan secara lebih efektif.

Pelatihan dibuka langsung oleh Kepala SMP Luqman Al Hakim Surabaya, Ustaz Muhajir. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh peserta mengikuti kegiatan dengan semangat belajar dan pikiran yang terbuka.

“Mari kita sambut pelatihan ini dengan antusias. Kita ibaratkan diri sebagai gelas kosong yang haus akan ilmu, sehingga bisa terus diisi dengan ilmu dan kebaikan,” ujar Ustaz Muhajir.

ImageGuru putri SMP Luqman Al Hakim Surabaya mengikuti pelatihan digital Google Workspace di ruang kelas sekolah.

ImageGuru putri SMP Luqman Al Hakim Surabaya mengikuti pelatihan digital Google Workspace di ruang kelas sekolah.

Pesan itu menjadi penanda dimulainya kegiatan. Para guru mengikuti setiap rangkaian pelatihan dengan serius. Laptop yang biasanya digunakan untuk menyiapkan bahan ajar, mengolah administrasi, dan mendampingi kegiatan siswa, pagi itu menjadi pintu masuk menuju keterampilan digital yang lebih luas.

Melalui pelatihan Google Workspace, para guru diajak semakin akrab dengan pemanfaatan teknologi dalam menunjang kolaborasi, komunikasi, penyusunan materi, serta pengelolaan tugas-tugas pendidikan. Teknologi tidak lagi dipandang sekadar sebagai perangkat tambahan, melainkan sebagai sarana untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih tertata, kreatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

ImageKegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga pukul 11.00 WIB tersebut tetap terjaga dalam suasana hangat dan penuh kesungguhan. Guru putra dan putri belajar bersama, bertanya, mencoba, serta memperbarui kemampuan mereka di tengah perubahan dunia pendidikan yang bergerak semakin cepat.

Pelatihan ini juga menegaskan bahwa proses belajar tidak berhenti ketika seseorang telah berdiri di depan kelas. Seorang guru tetap perlu membuka ruang dalam dirinya untuk menerima pengetahuan baru, mengembangkan kemampuan, dan menyesuaikan cara mendidik dengan kebutuhan zaman—tanpa meninggalkan nilai-nilai kebaikan yang menjadi fondasi pendidikan.

Sebab, di balik setiap guru yang terus belajar, ada generasi yang sedang dipersiapkan untuk melangkah lebih jauh. Dan dari ruang kelas sederhana pagi itu, masa depan pendidikan mulai diperbarui—satu pengetahuan, satu keterampilan, dan satu niat baik pada satu waktu.