SURABAYA — Ada perjalanan yang dimulai bukan hanya dengan koper yang disiapkan atau robot yang diperiksa untuk terakhir kali. Ada perjalanan yang dimulai dengan menundukkan kepala, menengadahkan tangan, lalu menitipkan harapan kepada Allah.

Itulah langkah yang dibawa Tim Robotika SMP Luqman Al Hakim Surabaya menuju International Electronic & Robotic Innovation Competition (ERIC) 2026. Ajang internasional yang berlangsung pada 22–24 September 2026 di Jakarta itu menjadi ruang bagi para pelajar untuk mempertemukan kreativitas, teknologi, ketelitian, dan keberanian dalam sebuah kompetisi robotika.

Baca Juga : Tiga Podium Berhasil Dibawa Pulang

Enam santri dipercaya membawa nama sekolah dalam kompetisi tersebut. Mereka adalah Rakka (9C), Juvenal (9B), Sakha (8B), Bahaq (9C), Dzaki (7B), dan Vino (7B).

Mereka datang membawa pengalaman yang dibangun sedikit demi sedikit. Dari mengenal komponen, merangkai perangkat, menguji sistem, menemukan kesalahan, hingga kembali membongkar dan memperbaikinya. Di meja robotika, kegagalan bukan alasan untuk berhenti. Satu sambungan yang keliru mengajarkan ketelitian. Program yang belum berjalan mengajarkan kesabaran. Dan robot yang akhirnya bergerak menjadi buah dari kerja bersama.

Kini proses belajar itu menemukan panggung yang lebih luas.

ERIC 2026 mempertemukan peserta dari sejumlah negara, di antaranya Malaysia, Vietnam, Filipina, Pakistan, Turki, dan Indonesia. Bagi enam santri SMP Luqman Al Hakim, berada dalam atmosfer kompetisi internasional bukan hanya tentang mengejar hasil terbaik. Mereka membawa kesempatan untuk belajar, mengukur kemampuan, melihat perkembangan teknologi dari peserta lain, sekaligus menumbuhkan keberanian untuk tampil membawa karya sendiri.

Di balik kecanggihan teknologi yang mereka bawa, ada satu bekal yang tak terlihat oleh mata.

Doa yang mungkin terucap pelan sebelum keberangkatan. Doa yang menyertai dari kejauhan ketika anak-anak mulai memasuki arena. Sebuah pengingat bahwa sehebat apa pun teknologi yang dikuasai manusia, ikhtiar tetap membutuhkan doa dan tawakal kepada Allah.

Keikutsertaan dalam ERIC 2026 juga menjadi bagian dari proses pendidikan di SMP Luqman Al Hakim Surabaya. Robotika bukan semata-mata tentang membuat mesin dapat bergerak. Di dalamnya ada latihan memecahkan masalah, bekerja dalam tim, berpikir kreatif, berani mengambil keputusan, serta belajar bangkit ketika percobaan belum memberikan hasil yang diharapkan.

Baca Juga : Juara di gelanggang, teladan dalam kehidupan

Karena pada akhirnya, pendidikan tidak hanya mempersiapkan anak untuk memenangkan sebuah perlombaan. Pendidikan mempersiapkan mereka untuk menghadapi kehidupan dengan ilmu, karakter, keberanian, dan iman.

Selamat berlaga Rakka, Juvenal, Sakha, Bahaq, Dzaki, dan Vino. Bawa karya terbaik, nikmati setiap prosesnya, dan pulanglah dengan pengalaman yang membuat langkah kalian semakin jauh.

Robot telah disiapkan, ikhtiar telah ditunaikan. Kini, biarkan doa terbaik ayah dan bunda menyertai setiap langkah menuju panggung dunia.

reff ; TheDies