Surabaya — Potongan kardus terhampar di lantai kelas. Gunting, selotip, dan berbagai bahan dekorasi berpindah dari satu tangan ke tangan lainnya. Di antara percakapan ringan dan tawa para siswi, perlahan sebuah ruang sederhana mulai berubah menjadi tempat yang lebih hangat dan penuh warna.

Pagi itu, siswi kelas VII, VIII, dan IX SMP Luqman Al Hakim Putri Surabaya mengikuti kegiatan “Menghias Sudut Baca Kelas”. Mereka duduk berkelompok, berbagi tugas, menyatukan gagasan, dan bekerja bersama untuk menghadirkan sudut literasi yang menarik di kelas masing-masing.

Image

Image

Image

Ada yang mengukur dan memotong kardus. Sebagian lainnya menata rak, menghias dinding, serta memikirkan susunan buku agar terlihat lebih rapi dan mengundang perhatian. Bahan-bahan yang semula tampak sederhana perlahan berubah menjadi ruang baca yang nyaman dan memiliki karakter.

Kegiatan ini dipandu oleh Ustadzah Alifah bersama Tim Literasi Sekolah. Para siswi tidak hanya diarahkan untuk mempercantik ruangan, tetapi juga diajak memahami bahwa sudut baca bukan sekadar pelengkap kelas. Ia dihadirkan sebagai ruang kecil tempat rasa ingin tahu tumbuh, wawasan bertambah, dan kebiasaan baik mulai dibangun.

Melalui keterlibatan langsung dalam proses menghias dan menata sudut baca, para siswi diharapkan memiliki rasa kepemilikan terhadap ruang literasi mereka. Ketika sudut baca dibuat dengan tangan sendiri, setiap hiasan menyimpan cerita dan setiap buku terasa lebih dekat untuk dibuka.


Image

Image

Program ini menjadi bagian dari upaya SMP Luqman Al Hakim Putri Surabaya dalam menumbuhkan minat baca para siswi, tidak hanya selama berada di lingkungan sekolah, tetapi juga ketika mereka kembali ke rumah. Sebab, kecintaan terhadap membaca tidak lahir hanya dari imbauan. Ia tumbuh melalui suasana yang menyenangkan, akses yang mudah, dan pengalaman yang berkesan.

Di tengah derasnya arus informasi digital, kegiatan sederhana ini membawa pesan penting: membaca tetap menjadi jalan untuk mengenal dunia, melatih daya pikir, dan membangun masa depan.

Hari itu, para siswi memang sedang menghias sebuah sudut kelas. Namun sesungguhnya, mereka sedang menyiapkan sebuah pintu—pintu kecil menuju ilmu, mimpi, dan masa depan yang lebih luas.

Sebab, dari satu sudut baca yang sederhana, dapat lahir generasi yang melihat dunia dengan cara yang luar biasa.

Reff : Humas SMP Luqman Al Hakim