Menjemput Ilmu dalam Disiplin dan Keteguhan

Super Admin
2026-08-20
44 Tayangan
Menjemput Ilmu dalam Disiplin dan Keteguhan

Pagi itu, Masjid Aqshal Madinah dipenuhi suasana yang teduh. Barisan siswa SMP Luqman Al-Hakim Surabaya tersusun rapi. Di tengah ruang masjid, anak-anak duduk dengan tenang, bersiap menunaikan salah satu amalan yang menjadi bagian dari pembiasaan mereka: sholat dhuha.

Di antara lantunan doa dan kekhusyukan ibadah, pagi tidak sekadar dimulai dengan aktivitas belajar. Ada ikhtiar untuk menata hati sebelum menata pikiran.

Sholat dhuha menjadi bagian dari pembiasaan siswa SMP Luqman Al-Hakim Surabaya dalam membangun kedisiplinan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah. Setelah ibadah selesai, suasana berlanjut dengan sesi motivasi yang disampaikan oleh Ust. Rifki.

Di hadapan para siswa, Ust. Rifki mengajak mereka melihat perjalanan menuntut ilmu dari sudut yang lebih luas. Bahwa menjadi seorang pelajar bukan hanya tentang mendapatkan nilai yang baik, tetapi juga tentang bagaimana membentuk sikap dan karakter dalam menjalani setiap proses.

Ia menguatkan pesan tentang pentingnya hidup disiplin dalam menuntut ilmu. Disiplin datang tepat waktu, mengikuti aturan, menyelesaikan tanggung jawab, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Sebab, keberhasilan tidak selalu lahir dari mereka yang paling cepat, tetapi sering kali tumbuh dari mereka yang mampu konsisten menjalani proses.

Para siswa juga diingatkan untuk menghargai sesama. Teman bukan sekadar orang yang belajar bersama, melainkan bagian dari perjalanan yang saling menguatkan. Menghormati guru, menjaga sikap kepada teman, serta mampu menghargai perbedaan menjadi bagian penting dari karakter seorang muslim.

Dan ketika perjalanan terasa berat, pesan yang tidak kalah penting adalah jangan mudah menyerah terhadap ujian.

Setiap kesulitan yang datang bukan selalu tanda bahwa perjalanan harus berhenti. Bisa jadi, justru di sanalah seseorang sedang ditempa menjadi pribadi yang lebih kuat, sabar, dan matang.

Pagi di Masjid Aqshal Madinah akhirnya bukan hanya tentang sholat dhuha. Ia menjadi ruang kecil tempat anak-anak belajar bahwa pendidikan bukan sekadar memenuhi kepala dengan ilmu, tetapi juga mengisi hati dengan nilai dan membentuk karakter untuk menghadapi kehidupan.

Sebab ilmu akan menjadi lebih bermakna ketika ia berjalan bersama disiplin, akhlak, dan keteguhan hati untuk tidak menyerah.

Reff : theDie

Bagikan Berita: