Menjaga Hafalan, Menjaga Kedekatan dengan Al-Qur’an

Super Admin
2026-08-21
47 Tayangan
Menjaga Hafalan, Menjaga Kedekatan dengan Al-Qur’an

Pagi masih terasa teduh di Masjid Aqshal Madinah. Di atas lantai masjid, anak-anak Takhassus SMP Luqman Al-Hakim Surabaya duduk membentuk lingkaran. Tidak ada meja kelas, tidak ada papan tulis. Hanya para siswa, guru, dan suasana masjid yang menjadi ruang belajar pagi itu.

Di tengah lingkaran, Ust. Ilham Akbar Ryan Prabowo menyampaikan pengarahan sekaligus motivasi. Dengan suasana yang dekat dan penuh dialog, ia mengajak para siswa memahami kembali satu hal penting dalam perjalanan mereka bersama Al-Qur’an: menghafal bukanlah akhir, tetapi awal dari sebuah tanggung jawab untuk menjaga hafalan.

Bagi para siswa Takhassus, hafalan Al-Qur’an menjadi bagian penting dari proses pendidikan. Namun, hafalan yang telah diperoleh membutuhkan kedisiplinan agar tetap melekat. Karena itu, Ust. Ilham menekankan pentingnya murajaah secara rutin.

ImageHafalan yang jarang diulang akan perlahan melemah. Sebaliknya, hafalan yang terus dibaca, diulang, dan dijaga akan semakin kuat.

Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para siswa bahwa menjadi seorang penghafal Al-Qur’an bukan hanya tentang berapa banyak ayat yang berhasil dihafalkan, tetapi juga tentang kesungguhan untuk menjaga apa yang telah Allah titipkan di dalam hati.

Disiplin pun menjadi kunci. Ada waktu untuk menambah hafalan, ada waktu untuk murajaah, dan ada kesungguhan untuk terus membaca Al-Qur’an meski terkadang rasa lelah datang menghampiri.

Lebih jauh, kegiatan pagi itu mengajak siswa untuk tidak sekadar memiliki hafalan, tetapi juga hidup bersama Al-Qur’an. Membaca, menghafal, memahami, mengamalkan, dan menjadikannya sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.

Sebab menjadi bagian dari Al-Qur’an membutuhkan proses panjang. Ada ayat yang harus diulang berkali-kali, ada hafalan yang sempat terlupa, dan ada hari-hari ketika semangat tidak selalu berada pada titik terbaik.

Namun justru di situlah letak perjuangannya.

Pagi itu, Masjid Aqshal Madinah menjadi saksi bahwa perjalanan bersama Al-Qur’an tidak dibangun dalam satu malam. Ia tumbuh dari kebiasaan kecil yang dilakukan berulang-ulang: menghafal, murajaah, menjaga, dan kembali lagi kepada Al-Qur’an.

Karena hafalan bukan sekadar sesuatu yang tersimpan dalam ingatan, tetapi amanah yang dijaga dalam hati dan diwujudkan dalam kehidupan.

Reff : Humas SMP Luqman Al Hakim


Bagikan Berita: