
Ditengah-tengah masyarakat yang serba instan dengan kemunduran moral yang sudah cukup parah, penggunaan media social dan pengaruhnya yang tidak mungkin dibendung, membangun pribadi yang beradab tidak lah mudah. Dibutuhkan mujahadah, istiqamah, dan kerjasama yang baik dari para pendidk, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat dimana anak dibesarkan.
Rasulullah saw pernah bersabda: ”Akrimuu auladakum, wa-ahsinuu adabahum.” Artinya, muliakanlah anak-anakmu dan perbaikilah adab mereka. (HR Ibn Majah). Dari hadits Rasulullah saw ini, mengajarkan adab kepada anak sangatlah penting. Bahkan banyak para ulama menyatakan bahwa, mengajarkan adab lebih penting dibandingkan mengajarkan ilmu. Bila anak telah memiliki adab dan perilaku yang baik, maka ilmu yang dipelajari akan lebih mudah untuk dipahami dan akan mendatangkan banyak berkah. Sebaliknya tidak ada manfaatnya anak yang pintar namun kurang adabnya atau tidak beradab.
Daftar Masuk Sekolah : Klik Disini
Bentuk-bentuk adab dan bagaimana mengajarkan kepada anak, sehingga bisa memiliki pribadi yang beradab dalam kehidupannya kelak? Hal-hal yang bisa dilkukan antara lain :
a. Adab kepada Allah (tauhid). Menyadarkan anak akan penciptaan dirinya, asal dirinya, tujuan penciptaan dirinya, dan mengenalkan anak kepada Allah yang memiliki sifat Maha Pencipta, Maha Mulia serta Maha Mengetahu. Sedangkan diri kita adalah makhluk, hina dan tidak mengetahui apa-apa. Dari proses ini akan tumbuh rasa syukur dalam diri anak, sehingga anak akan hanya beribadah dan menyembah kepada Allah, atau tidak akan menduakan Allah. Anak akan berusaha mentaati aturan Allah dan menjauhi semua larangan Allah, anak akan menjalankan ibadah dengan senang, dan anak selalu ingin mulia di mata Allah.
b. Adab kepada kerasulan nabi Muhammad saw. Kenalkan kepada anak bahwa nabi Muhammad saw adalah Rasul Allah yang terakhir. Rasulullah saw diutus Allah untuk membimbing kita semua bagaimana mengamalkan ajaran islam dalam kehidupan kita, sehingga kita tidak salah jalan, selamat, dan bahagia di dunia dan akherat. Kenalkan anak kepada keluarga Rasulullah saw, kehidupan beliau, perjuangannya, akhlaknya, para sahabatnya. Dengan demikian akan tumbuh dalam diri anak rasa hormat, cinta, senang mengikuti sunnahnya, membaca sirohnya, dan menjadikan beliau sebagai suri tauladan kehidupan (uswah hasanah) dalam segala hal.
Baca Juga : Generasi Di Atas Milennial
c. Adab kepada ilmu. Kenalkan kepada anak bahwa Allah memuliakan manusia yang berilmu, seorang muslim wajib memuliakan orang yang berilmu dan terlibat dalam aktivitas keilmuan. Dalam lingkungan terdekat anak, orang yang berilmu ini adalah guru. Tanankan dalam diri anak untuk beradab yang baik kepada gurunya. Hormat kepadanya, senyum, salim, salam, patuh, sopan santun, mendo’akan guru dll, sehingga anak mendapat kemudahan daam menuntut ilmu dan ilmunya menjadi ilmy yang mannfaat.
d. Adab terhadap orang tua. Ajarkan kepada anak, bahwa orang tua adalah orang yang telah menjadi perantara adanya dirinya di dunia ini. Mereka lah yang telah merawat, mengasihi, mendidik, dan selalu mendo’akannya. Ridha Allah ada dalam ridha orang tua. Adab yang harus dilakukan kepeda mereka adalah hormat, lemah lembut ketika bicara, patuh, mendo’akan, dan merawat bila mereka sudah tua.
e. Adab terhadap diri sendiri. Kenalkan kepada anak , bahwa Allah telah menciptakan dirinya dalam bentuk yang paling sempurna, memberikan hati, akal, dan nikmat lain yang tidak pernah dapat dihitung. Sebagai tanda syukur kepada Allah maka harus memiliki adab yang baik kepada diri sendiri, dan menghindari yang tercela. Adab yang baik diantaranya meninggalkan semua dosa dan maksiat, merasa diawasi oleh Allah, muhasabah, dan mujahadah. Sedang yang harus dihindari seperti perbuatan zhalim, hasad, menipu, riya, ujub dan malas.
Demikian bentuk-bentuk adab dan bagaimana membangunnya dalam diri anak. Semoga anak kita memiliki pribadi yang beradab, dan bahagia dalam kehidupanya di dunia maupun akherat. Aamiin.
Reff :Ir. Somi Suradi (pada saat menjabat sebagai Waka SMP Putri Luqman Al Hakim)



