Islam Menyiapkan Generasi Di Atas Milennial

Super Admin
2026-05-15
14 Tayangan
Islam Menyiapkan Generasi Di Atas Milennial

Apa generasi Millennial? 

Generasi millennial adalah generasi Y (Gen Y) yang lahir setelah generasi X (angkatan para orang tua). Mereka kelahiran sekitar  tahun 1980 dan 2000.  Generasi ini adalah generasi anak-anak muda yang berusia 17-30 an.  Generasi ini sering dianggap generasi malas dan narsis. Mereka lahir pada jaman di mana tv sudah berwarna dan menggunakan remote, dan handphone yang sudah menjamur


Sejak sekolah sudah menggunakan handphone dan bisa hampir tiap tahun berganti smartphone. Dunia cyber menjadi kebutuhan.  Sebisa mungkin selalu terkoneksi dengan internet untuk selalu up date dan aktif di sosmed. Bagi mereka yang terpenting adalah eksistensi sosial. Kadang orang tua kebingungan mengikuti tingah polah generasi millennial ini karena mereka sudah mulai cuek dengan lingkungan, egosentris, hedonis, materialis dan labil.

 

Bagaimana Islam memandang dan menyelesaikan Jaman Millennial ini?

1.     Islam agama sempurna        

Allah ta’ala juga berfirman,

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الإِسْلاَمَ دِيناً

“Pada hari ini Aku telah sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan Aku telah cukupkan nikmat-Ku atas kalian dan Aku pun telah ridha Islam menjadi agama bagi kalian.” (QS. Al Maa’idah: 3)

Di dalam ayat ini Allah menjamin bahwa Islam adalah Agama yang sempurna yang akan menjadi solusi di setiap kehidupan manusia dalam melalui jaman apapun termasuk pada masa jaman millennial ini.

 

2.    Rasulullah telah datang memberikan pedoman hidup berupa Al Quran dan hadits

Selain itu, Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya aku diutus ke bumi hanyalah untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak”. Keluhuran akhlak Nabi Muhammad saw tercermin di seluruh aspek kehidupan Beliau. Kecintaan terhadap ummat yang dipimpinnya menunjukkan kasih sayang yang tulus. 

Rasulullah diutus Allah untuk membawa risalah Al Quran dan hadits sebagai pegangan hidup manusia di bumi.  Dan barang siapa yang berpegang kepadanya maka hidupnya akan selamat di dunia dan di akhirat.  Begitu pula sebaliknya.

“Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduanya, yaitu kitab Allah (Al-Qur’an) dan sunnah (hadits) Nabi-Nya.” (HR.Malik)

 

Secara garis besar, kandungan atau intisari yang terdapat di dalam ayat-ayat al-Qur’an ialah tentang akidah, ibadah, akhlak, hukum-hukum, peringatan, sejarah-sejarah atau kisah-kisah, serta dorongan untuk berpikir, yang dijadikan pedoman di dalam kehidupan manusia yang berpikir.

 

3.    Manusia sebagai Khalifah dan Hamba Allah

Allah SWT berfirman dalam QS Fathir : 39.

مَقْتًۭا إِلَّا رَبِّهِمْ عِندَ هُمْ كُفْرُ ينَ ٱلْكَٰفِرِ يَزِيدُ وَلَا كُفْرُهُ فَعَلَيْهِ كَفَرَ فَمَن ٱلْأَرْضِ فِى خَلَٰٓئِفَ جَعَلَكُمْ ٱلَّذِى هُوَ

خَسَارًۭا إِلَّا كُفْرُهُمْ ٱلْكَٰفِرِينَ يَزِيدُ وَلَا

Artinya : “Dia-lah yang menjadikan kamu khalifah-khalifah di muka bumi. Barangsiapa yang kafir, maka (akibat) kekafirannya menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah akan menambah kemurkaan pada sisi Tuhannya dan kekafiran orang-orang yang kafir itu tidak lain hanyalah menambah kerugian mereka belaka.”

 

Tugas mulia sebagai seorang manusia yaitu sebagai hamba Allah dan sebagai khalifah di muka bumi (pemimpin). Inilah dasar alasan yang seharusnya kita yakin bahwa Islam adalah solusi menghadapi kehidupan di jaman apapun kita berada.  Dan manusia sebagai pemimpinnya.

 

Bagaimana Muslim Menyiapkan Generasi dengan Al Quran sebagai Pedoman Hidup?

“Kalau Orang Hebat Hari Ini Berpikir 250 Tahun Ke Depan.  Kita Dibiasakan Oleh Islam Berpikir Sangat Sangat Jauh:  Sesudah Kematian” (Ustad Budi Ashari, Lc, dalam bukunya Inspirasi Dari Rumah Cahaya).  Cita-cita seorang Muslim yang tertinggi adalah masuk surga  bersama seluruh rombongan keluarganya.  Jika kita menjadikan Al Quran dan Hadits sebagai pedoman hidup maka setiap keluarga, setiap Ayah dalam kepemimpinannya akan berusaha membawa arah biduk seisi rumahnya menuju setelah alam kematian yaitu surga.  Berdasarkan Al Quran dan hadits pula kita bisa mengetahui bahwa kita yang hidup di jaman millennial ini sedang berada dalam fase ke-4 yaitu fase Kerajaan Diktator (masa dimana kaum Muslimin kehialangan kekuasaan di bumi). 


Pada saat ini kita mengetahui bahwa Islam belumlah menjadi tatanan dalam kehidupan generasi millennial karena Islam yang sedang mengalami masa keterpurukan.  Umat muslim bagaikan buih di lautan.  Namun kita harus yakin bahwa setelah jaman keterpurukan ini Allah menjanjikan akan ada masa kejayaan umat Islam sebelum dunia ini akhirnya mengalami kehancuran.  Pada fase terakhir, pasti akan datang seperti yang sudah disampaikan oleh Rasulullah yaitu akan datang Masa Kekhalifahan dengan Sistem Kenabian.  Dalam sebuah hadits disampaikan bahwa Rasulullah dalam peristiwa Perang  Khandaq bahwa akan ada dua kota yang akan ditaklukan kaum Muslimim yaitu

Konstantinopel (Romawi Timur) dan Roma (Romawi Barat). Penaklukan Konstantinopel (meliputi Suriah, Palestina, Libanon, dan Yordania sampai Turki)  terjadi setelah 800 tahun setelah perkataan risalah Rasulullah ini diucapkan.  Ditaklukan oleh seorang pemuda bernama Muhammad  Al Fatih pada usianya yang masih muda 24 tahun.    Sedang penklukan Roma (meliputi Italia sebagai lambang kebanggan Kristen Ortodoks) adalah rahasia Allah yang harus kita yakini akan datang di hadapan umat Islam.

 

Apa Langkah Menyiapkan Generasi di Atas Millennial yaitu Generasi Khilafah ini?

Atas keyakinan terhadap Al Quran dan hadits itulah maka kita saat ini, setiap keluarga muslim perlu bersiap siap untuk melahirkan dan mendidik generasi Nubuwwah Khilafah.  Adalah generasi yang dapat “Membuka Roma”.  Dalam QS At Tahrim:6  Kita diingatkan Allah untuk menjaga keluarga kita dari siksa api neraka.  Kedua orang tua ayah dan ibu harus mempunyai peran yang seimbang dalam pendidikan anak.    Hal-hal yang perlu ditanamkan dalam diri anak kita agar melahirkan generasi Khilafah ini adalah yang pertama:

1.     Tanamkan Cinta kepada Al Quran

Maraknya sekolah maupun pondok pesantren belakangan ini untuk mengajarkan tahfidz kepada anak-anak adalah langkah yang mengembirakan.  Berbagai cara orang tua dilakukan agar anaknya dapat menghapal Al Quran, memahami Al Quran dan menjadikan Al Quran sebagai pedoman hidupnya.  Menumbuhkan kecintaan kepada Al Quran inipun dilakukan dengan cara –cara menyenangkan.  Hal inipun akan efektif apabila kedua orang tua melakukan hal yang sama menunjukan kecintaan kepada Al Quran dengan mulai banyak belajar tentang Al Quran.  Penanaman kecintaan kepada Al Quran adalah bentuk penanaman tauhid kepada anak-anak dengan tujuan menumbuhkan keimanan mereka.  Keimanan yang tertancap kuat pada pondasi yang sudah dibangun yaitu cinta terhadap Al Quran.

2.    Ajarkan Adab

Imam Malik rahimahullah pernah berkata kepada seorang pemuda Quraisy “Pelajarilah adab sebelum suatu ilmu”.  Sebagaimana yusuf bin Al Husain berkata,”Dengan mempelajari adab, maka engkau jadi mudah memahami ilmu.”  Setelah iman yang menancap kuat dengan Al Quran sebagai pedoman hidup, selanjutnya yang perlu diajarkan kepada anak-anak adalah adab.  Adab-adab yang tampak pada akhlaq yang baik.  Hilangnya adab pada generasi milllennial adalah problema yang harus diselesaikan dengan kembalikan iman anak-anak dan bangun adabnya.  Sebelum pada akhirnya anak-anak ini dibekali ilmu yang nantinya dapat menjadi khalifah yang baik dimuka bumi. Perlu mengajarkan adab sebagai awal untuk kelanjutan menuntut ilmu.  Agar ilmu yang dimiliki diliputi kebarokahan dan bermanfaat.

3.    Ajarkan kisah-kisah

Al Quran 80 % berisi kisah-kisah yaitu sejarah yang dapat dijadikan ibrah untuk kehidupan kita sehari-hari.  Kehidupan hanyalah sejarah yang berulang.  Jika dulu pernah ada kaum Sodom sehingga datangnya kemurkaan Allah dengan mendatangkan bencana berupa hujan batu belerang dan tanah yang terbakar bertubi-tubi.(QS Hud:82)  Sehingga kota kaum Sodom yang berada di kota yang cukup luas itu semuanya menjadi batu, dan dikenal sabagai salah satu kota di Yordania sebagai kota yang hilang.  Hal ini dikisahkan di dalam Al Quran yang pernah terjadi pada jaman Nabi Luth.


Pada jaman perunggu dan bagaimana dengan kehidupan manusia saat ini?  Kaum Sodom yang menyukai sesama jenis pada abad 20 ini pun juga terulang kembali.  Bagi Muslim yang taat sangat takut datangnya murka Allah selanjutnya. Dan menghindar hal-hal yang dimurkai Allah. Oleh karena itu perlu mengajarkan kisah –kisah kepada anak-anak kita untuk menanamkan aqidah dan akhlaqnya dengan belajar dari sejarah yang telah diceritakan di dalam Al Quran dan haidts agar dapat diambil pelajaran dan menjadikannya panduan.

            Berharap ridho Allah semoga setiap keluarga Muslim sadar bahwa dari dalam setiap rumah mereka akan terlahir dan terdidik generasi yang akan memikul amanah Allah sebagai Khalifah dimuka bumi.  Dan janji Allah akan datang yaitu sebuah Nubuwwah Khilafah, siapkan anak anak kita sebagai bagian dari generasi  Penakluk Roma untuk  meraih Kejayaan Islam, sebelum akhir jaman itu datang. Oleh karena itu Ayah dan Bunda perlu saling bergandengan tangan dan berjuang sedaya upaya untuk menghantarkan generasi ini yang pasti akan berurai air mata, membutuhkan segala daya, tenaga, pikir, harta dan  asa.  Selamat Berjuang.

Reff : Oleh Ernawaty (Kepala Sekolah KB-RA Cahaya Ananda)

Bagikan Berita: